Senin, 30 Mei 2016

Tips Berpuasa Sehat dan Aman bagi Ibu Hamil

Lippo Cikarang – Ibu Hamil kerap bingung apakah akan menjalani puasa pada Ramadan ataukah tidak. Dengan alasan memikirkan perkembangan sang janin yang dikandungnya. Lalu bagaimana sebaiknya yang dilakukan ibu hamil yang ingin berpuasa?

Dokter spesialis kandungan dan kebidanan Siloam Hospitals Lippo Cikarang, dr Atik Purwitaningrum SpOG, mengatakan, semua umat muslim diwajibkan berpuasa, kecuali bagi ibu hamil dan menyusui tidak diwajibkan, tapi bisa digantikan dengan membayar fidyah. Namun, bagi ibu hamil yang tetap ingin berpuasa harus memahami bahwa berpuasa hanyalah memindahkan jam makan tanpa harus mengurangi asupan nutrisi yang harus dikonsumsi. Perlu dipastikan kondisi ibu amil dan janinnya sehat sebelum melakukan puasa dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

"Ibu hamil boleh berpuasa penuh selama bulan Ramadan apabila kondisi kesehatan ibu dan janin baik. Prinsipnya, kebutuhan asupan ibu hamil adalah 2.200-2.300 kalori per hari. Selama kebutuhan tersebut terpenuhi, tidak ada kendala yang berarti,” ungkap dr Atik di sela media gathering di Siloam Hospitals Lippo Cikarang, Bekasi, Senin (30/5).

Dr Atik menyarankan, ibu hamil yang berpuasa unuk memastikan ibu minum susu atau eskrim dan minuman lain yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi. Asupan gizi dan kalori tetap dibuat sama seperti waktu tidak berpuasa, yaitu gizi seimbang dengan komposisi 50 persen karbohidrat, 30 persen protein, dan 10 persen sampai 20 persen lemak. Selama hamil, asupan kalori sangat diperlukan sebagai nutrisi untuk perkembangan dan pertubuhan bayi dalam kandungan.

"Jadi, bagi ibu hamil sebaiknya lebih memperhatikan asupan makanan yang dimakan saat sahur, berbuka puasa, dan waktu antara berbuka dan sahur," paparnya.

Menurut dr Atik, puasa pada ibu hamil harus dihentikan apabila ibu dengan kehamilan bermasalah, seperti ibu hamil dengan tekanan darah tinggi, kencing manis, dan gangguan pencernaan. Jika ibu hamil terasa pusing, gemetar, mual, dan badan terasa dingin atau kesemutan.

"Hal itu adalah gejala adar gula darah menurun. Sebaiknya segera minum air manis hangat untuk segera menaikkan kadar gula dalam darah. Terakhir, jika mengalami morning sick disertai muntah-muntah yang cukup parah dan sulit masuk makanan," tambahnya.

Investor Daily

Indah Handayani/FER

Investor Daily

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search